Malam makin merambat naik, dan aku masih berkutat di jalanan menelusuri tiap kilometer jalan raya menuju pulang. Kuputuskan pulang ke apartemenku bersama Aisyah. Meskipun keputusan ini membuat murka seseorang. *** "Lu, sekarang lihatkan siapa yang egois? Ryan! Dia malah tidak mau pulang ke rumah bersamaku." Sandra bersungut mengadu ke Lulu yang juga menantikan jawabku. Lulu menanggapinya dengan gelengan kepala. "Terserah kalian mau gimana. Aku capek memberi saran toh kalian juga yang menjalani. Kalian sudah pintar dan sama-sama dewasa. Bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Pikirkan baik-baik, keputusan di tangan kalian." Lulu tampak malas-malasan menanggapi keluhan Sandra. Ia terlihat ingin beranjak pergi tapi langkahnya tertahan karena ada Sandra yang sengaja menghalangi

