Mengatur Siasat

1666 Kata

Kusandarkan punggung ke dinding kamar ini, terduduk dalam kesedihan. Hancur berkeping-keping rasanya saat mengetahui kenyataan yang menyakitkan kalau orang yang kuperjuangkan setiap harinya untuk mendapatkan restu Ibu, malah menorehkan luka begitu dalam dengan mengkhianati cinta ini. Sandra, wanita satu-satunya yang kuberikan kursi untuk bertahta di dalam hatiku malah mencari kursi lainnya. Apa kurangku hingga ia tak puas dan mencari lelaki lain? Kenapa harus Yoyo yang menjadi sandaran keduanya? Apa aku yang terlalu bodoh pensiun terlalu dini dari julukan bad boy, mencoba untuk setia pada satu saja setelah merasa puas berpetualang ke banyak wanita? *** "Ingat ya, waktu pacaran aku diam, rela diduakan, diselingkuhin, tapi kalau sudah nikah nanti awas saja masih melirik wanita lain, terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN