kesabaranku Sudah Habis

1340 Kata

"Lebih cepat Pak!" titahku pada Pak supir yang membawa mobilku. Lelaki berumur 35 tahun tersebut menganggukkan kepala dari pantulan kaca spion depan. Perasaanku tak nyaman saat mendengar ucapan Sandra yang mengatakan telah berada di apartemenku yang ditempati Aisyah. Aku mengkhawatirkan keadaannya di sana. Berharap Sandra tidak melakukan hal apapun yang berpotensi menyakiti istri keduaku tersebut. Dering ponsel terus berbunyi. Dari subuh tadi benda pintar berbentuk pipih tersebut sangat berisik. Kucoba mengintip siapa yang menghubungi. Kalau tidak penting, tidak akan kuterima. "Ibu?" Ternyata beliau yang menghubungi. "Yan, kamu dimana?" tanya Ibu terdengar khawatir dari seberang sana. "Di jalan Bu," jawabku dengan perasaan was-was. Batinku makin tak tenang. Kenapa Ibu langsung be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN