"Apa kamu bilang? Berbagi? Kamu kira Ryan itu makanan yang bisa dibagi dua terus dimakan sama-sama? Heh! Jangan mulutmu pelakor!" Dengan emosi aku menunjuk-nunjuk ke arahnya. Kesal, bukannya takut malah menantangku. "Tidak, bukan seperti itu. Mungkin itu persepsi dari Kakak. Saya tidak pernah menganggap Bang Ryan adalah makanan, tapi selama ini saya menganggapnya imam sekaligus suami." Astaga! Semua orang juga tahu kalau Ryan itu orang, bukan makanan. Itu kan cuma kiasan saja mengartikan sama seperti itu, bukan arti sebenarnya. Ngapain juga dianggap serius? Sok lagi nyebut imam plus suami. Jih! Bikin geli aku mendengarnya. "Alah, sok alim. Sandra, sikat aja sekarang. Harus diberi pelajaran nih anak. Masih bau kencur sudah berani menasihati senior." Cindy mengompori sambil merekam vide

