Pov Sandra "Bagus, aku suka kerjamu." "Terima kasih, Mbak. Sama-sama. Kalau perlu bantuan lagi, hubungi saja lagi, saya siap." Senyum terkembang di bibirnya yang merah kehitaman setelah membuka isi amplop yang baru saja diterimanya dari tanganku. Aku memintanya membuat gosip panas tentang rumah tanggaku bersama Ryan. Dengan beberapa bukti dan sedikit tambahan bumbu kebohongan membuat gosip tersebut makin panas digoreng. "Kirim juga ke beberapa media online lainnya. Semakin banyak, malah semakin bagus. Nanti bakal aku tambahin lagi uangnya," ujarku menambahkan agar ia semakin semangat menyebarkan gosip tersebut. Ini sepertinya kesempatan terakhirku untuk menaklukkan Ryan. Pasti dia kelimpungan dengan gosip yang akan beredar nantinya dan bakal balik mencariku. Di saat itulah gantian aku

