Setelah pergulatan malam panas itu usai dilakukan, aku dan Aisyah masih terdiam di atas tempat peraduan dengan saling diam tanpa kata. Tak ada kalimat cinta terlontar kala menyudahi berakhirnya aktivitas liar kami. Sesekali kami saling curi pandang dan lalu sama-sama membuang muka ke arah berlawanan. Aneh. Ada sensasi berbeda saat pertama kali melakukannya bersama Aisyah. Lebih seperti kali pertamanya aku menembus pertahanan seorang wanita. Padahal ini bukan pengalaman pertama untukku. Jauh berbeda saat bersama Casandra atau wanita lainnya. Jalannya lebih mulus, bebas hambatan hingga kami bisa melakukan beberapa kali dalam semalam. Dengan Aisyah hanya sekali saja tapi terasa berbeda, lebih menantangku untuk terus menggaulinya, tapi urung dilakukan karena tak tega rasanya melihat wanita yan

