"Apa isi tas itu? Kenapa kalian main rahasia-rahasiaan?" Kucerca Aisyah saat masuk ke dalam kamar. "Itu, ehm. Lebih baik Abang tanya ke Ibu saja," jawab Aisyah membuat kerutan sekitar mata kembali muncul. "Kalau kamu tahu kenapa harus tanya ke Ibu. Jawab saja. Lagian kan katanya untukku? Boleh dong aku tahu. Nanti aku akan diam, tutup mulut seolah belum tahu," bujukku kembali. Aisyah terlihat menghela napasnya dan duduk di kursi depan meja rias. Lalu menatapku lekat. "Kata Ibu tadi rahasia. Jadi Aisyah tak berani memberitahukan. Nanti Abang juga tahu," kilahnya membuatku muak. Kenapa susah sekali membujuknya? 'Calm down, Ryan. Jangan emosi'. Kucoba mensugesti diri sendiri agar tetap tenang. Membujuk orang itu memang membutuhkan kesabaran. "Kamu sempat bilang baju ke Ibu. Memang i

