Bab 40

2028 Kata

Berkali-kali Citra jatuh pingsan saat melihat tubuh ayah yang terbaring kaku. Semua orang tidak lagi menangisi kepergian Ferry, tapi lebih tepatnya keadaan Citra yang sekarang ini. Mereka tahu bagaimana kedekatan Citra dengan Ferry, senakal-nakal Citra tapi tak mengurangi rasa cintanya pada ayahnya, begitu juga sebaliknya. Dunia seakan runtuh, tak memiliki pijakan lagi baginya. Kebahagiaannya selama ini sudah hilang. Janjinya akan membahagiakan sang ayah dengan memberikan cucu padanya semuanya sirna. Air mata masih saja jatuh berderai melihat tanah perlahan menutup liang kubur. Menghentikan semua kewajiban manusia atas hak orang meninggal. Citra kembali tersungkur di tanah memeluk erat baru nisan ayahnya. “Papa, kenapa papa pergi secepat ini?” Masih mengeluh di sana, Kyai Anwar memberi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN