Genta masih tidak bisa menghubungi Kanika sama sekali hingga detik ini, sudah hari ke 3. Bhima pun sama, Genta tahu Bhima marah padanya dan ia juga sudah berusaha untuk meminta maaf pada Bhima tapi sama, tak ada respon berarti. Genta mengusap wajahnya kasar, ia harus cari tahu, ia harus bertanya pada teman-teman Kanika di poli. Ia melirik jam dinding sudah tepat jam 12 siang, waktu istirahat sudah mulai dan sebaikanya Genta buru-buru mendatangi poli Obsgyn sebelum para punggawanya pergi makan siang. Dengan langkah kaki lebar dan cepat, Genta sampai di depan poli. Benar saja, sebagian dari mereka sudah keluar semua, tinggal Tiana yang sedang mengunci pintu ruangan. "Permisi," sapa Genta. "Eh, dr. Genta. Iya, ada apa ya, dok?" tanya Tiana sambil memasukkan kunci ke dalam saku

