"Mas! Kamu ngapain di sini sendirian? Aku nyariin kamu dari tadi, lho," panggil Meeta dengan sebelah tangan menepuk pundak Arham. Kehadiran Meeta sontak membuat Arham terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara. Bayangan dan adegan yang tengah berputar di kepala Arham seketika terputus namun tidak terlupakan oleh Arham. "E-eh ... Meet. Kamu kok tahu aku ada di sini?" tanya Arham. "Iya, Mas. Tadi aku cariin kamu di dalem. Tapi nggak ketemu. Ya aku coba aja cari di sini, sambil lihat-lihat stand makanan yang ada di sini. Banyak banget ya, Mas. Nyenengin banget lihat orang-orang pada rebutan antre," ucap Meeta sembari mendudukkan dirinya di samping Arham. Sikap Arham mendingin dengan fokus yang masih terbagi. Ingatannya masih kepada sosok Dimas yang kini entah ada di mana. Tapi, sepertin

