Kosong

1814 Kata

Nayra mengalihkan pandangannya pada sumber suara yang berada disampingnya. Nayra menghapus air matanya dan menatap tajam kearah Chintya. Ya. Orang yang berada disamping Nayra dan berkata sarkas pada Nayra itu Chintya, adik sepupu Nayra anak dari Baskoro adik papa Nayra. “Apa maksud kamu?” tanya Nayra “Gimana rasanya di tinggal suami? Hem? Enak?” Chintya balik bertanya pada Nayra “Apa maksud kamu?” “Nggak usah jadi wanita sok polos Nayra kakak sepupu gue tersayang.” Chintya menjawil dagu Nayra namun langsung ditepis oleh Nayra “Apa maksud kamu? Apa ini semua perbuatan kamu dan papa kamu?” “Kalau iya memang kenapa? Salah?” “Kamu gila! Apa salah aku sampai kamu setega ini sama aku?” Nayra menaikan nada bicaranya dengan tatapan tajam “Salah kamu?” Chintya tersenyum smirk membalas tatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN