Chintya mengerjapkan matanya beradaptasi dengan sinar matahari yang menerobos masuk kedalan kamar apartemennya melalui celah jendela yang tidak tertutup tirai atau gorden. Chintya mengambil ponsel yang berada diatas nakas di samping tempat tidur untuk melihat jam. Chintya membulatkan kedua bola mata saat melihat jam menunjukan angka sembilan pagi. ‘Gue kesiangan. Ini pasti efek kebanyakan minum semalam,’ Ucap Chintya dalam hati Ah.. Mengingat semalam rasanya Chintya ingin mengulangnya kembali dan tidak ingin hari berganti. Chintya terbawa pada lamunannya tentang peristiwa semalam dimana Chintya dan Devan makan malam bersama dan Devan tidak menolak sentuhannya sama sekali, bahkan kecupan Chintya diwajah tampan Devan juga sama sekali tidak ditolak Devan. Tidak tahu saja Chintya, samp

