Boleh Aku Panggil Sayang?

1496 Kata

Nayra tengah berkutat dengan laptopnya memeriksa laporan melalui email yang baru saja dikirim Ardi ketika Devan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Devan berjalan santai melewati Nayra yang sekarang tidak bergeming ketika Devan berjalan di depannya. Nayra menghela nafas lega ketika Devan telah masuk ke dalam walk in closet. Entah kenapa jantung Nayra berdetak kencang ketika tanpa sengaja Nayra melirik k earah Devan yang baru keluar dari dalam akamr mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Perut six pack bak roti sobek dengan irit yang tampak kekar sempat membius netra Nayra, namun Nayra lekas menyadarkan diri sebelum Devan menyadari jika Nayra tengah mengagumi tubuhnya. “Nya.. Aku minta maaf iya soal tadi.” Ucap Devan yang telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN