“Tolong jangan pergi.. Jangan tinggalkan aku.” Teriak Nayra cukup keras sehingga membangunkan Devan yang baru saja terlelap Devan bangkit dari berbaringnya menghadap kearah Nayra yang tampak bahunya bergetar diiringi suara isak tangis yang mulai terdengar jelas. “Nay.. Bangun..” ucap Devan menyentuh lengan Nayra pelan Nayra tak bergeming dan masih menutup mata. Nayra masih meracau dialam bawah sadarnya. Isak tangisnya semakin lama cukup kencang. Devan kembali berusaha membangunkan Nayra. “Nay.. Bangun..” Perlahan Nayra membuka mata ketika menyadari ada tangan yang menyentuh lengannya. Nayra mendudukan diri dan bersandar di kepala ranjang setelah membuka mata dan masih dalam keadaan setengah sadar sehingga tidak menepis tangan Devan yang masih berada dilengannya. “Kamu mimpi buruk Nay

