Friska mengusap bahunya, terasa dingin karena angin malam. Tidak lama kemudian dia merasakan seseorang menyampirkan jaket ke tubuhnya. "Pake, ntar lo sama anak gue kedinginan." Friska menurut. Dia hanya diam ketika Andy sibuk memasangkan jaket milik laki-laki itu ke tubuhnya. Dan mengancingkannya. "Masih lama lagi?" tanya Friska. Kini mereka duduk di pinggir jalan. Membeli bakso sesuai keinginan Friska di malam hari ini. "Bentar lagi," jawab Andy. Wajah laki-laki itu masih kentara. Kelihatan sekali luka lebamnya meski sudah di obatin tadi. "Mata lo bengkak. Jelek," koreksi Andy. Friska mengernyit. Matanya menyipit. "Terus kalau lo jelek, lo nggak mau sama gue gitu?" ketusnya. Andy tersenyum kecil mendengar ucapan Friska. Astaga wanita itu overthinking sekali. "Gue emang berengsek,

