"Lif, lepasin dong. Aku susah nyuci piringnya," gerutu Aura. Sementara si culun yang keras kepala itu menggeleng ribut. "Nggak mau! Biarin aja sih, biar romantis kayak di drakor-drakor itu," jawab Alif. Friska menatap datar ke arah pasangan itu. Tiba-tiba suhu ruangan ini sangat panas. Daripada melihat adegan uwu yang tidak pernah Friska rasakan sampai saat ini. Wanita hamil itu memilih pergi dari dapur. Sembari membawa satu gelas berisi s**u hamil rasa strawberry. Niatnya hendak ke ruang tengah. Menonton acara yang menarik. Namun, bunyi bell menghentikan langkah Friska. Wanita itu berbelok arah ke depan pintu utama. Membuka pintu untuk si tamu. Pintu terbuka. Friska sempat tertegun melihat ciptaan Tuhan yang satu ini. Apalagi laki-laki di depannya itu memberikan senyuman tipis. Bik

