Matahari masuk dari celah jendela dan mengenai wajah Aura. Membuat wanita itu terusik dalam tidurnya. Habis subuh tadi dia kembali tidur karena merasa lelah serta badannya yang sakit. Menoleh ke samping, Aura mendapati Alif yang masih setia mendengkur pelan. Aura termenung sesat, membeliak ketika mengingat kejadian di kamar mandi kemarin malam. Bagaimana agresifnya. Astaga Aura malu sendiri mengingatnya. Aura duduk bersandar di kepala ranjang. Menatap baju yang dia kenakan, ia baru ngeh kalau sekarang lagi pakai kemeja kebesaran punya Alif. "Males kuliah ah, hari ini," gumamnya. Tatapannya jatuh ke Alif yang masih tertidur. Aura jadi tersenyum kecil. Mengusap dahi Alif pelan, terus memperhatikan ciptaan Tuhan yang tak terlihat ada kekurangannya sama sekali. Alif yang perfect. Dan cum

