Alif yang fokus dengan laptop di depannya. Tidak tinggal kacamata kesayangannya. Memang di rumah dia lebih suka mengenakan kacamata. Dan ketika di luar dia akan mengenakan softlens khusus di belikan Aura. Laki-laki itu sedikit terkejut karena lehernya tiba-tiba di peluk. Tangan itu sempurna melingkar di sana. Begitu menoleh dia mendapati Aura. "Udah selesai belanjanya?" tanya Alif. Mencium pipi Aura sekilas. Aura mengangguk. "Udah, tadi mampir ke cafe bentar karena di ajak ngobrol sama bang Zavi," ujarnya jujur. Dan siapa sangka gerakan tangan Alif yang lincah di atas keyboard mendadak berhenti, kala mendengar itu. Alif langsung menoleh dengan raut wajah tidak suka. "Kalian ngobrolin apa? Aku ingetinnya, Ra. Kamu jangan deket-deket sama Zavi," ucap Alif. Aura mengernyit heran. "Kamu

