"Gue masih marah sama lo, ya. Pasal kemarin," seru Friska. Tatapannya mengunus tajam ke Alif. Ekspresi Alif gimana? Laki-laki itu merasa tidak bersalah sama sekali. Karena menurutnya ucapannya kala itu adalah benar. Benarkan Friska itu numpang di rumahnya, udah itu dia sok berkuasa lagi. Huh Alif rasanya mau mengusir wanita itu kalau tidak mengingat dia adalah sepupu Aura. "Terus lo mau apa? Berharap gue minta maaf gitu?" tanya Alif. Wajahnya terlihat songong. Aura yang melihat itupun mendengus malas. Beralih menatap sepupunya. "Udah nggak usah di ladenin dia ya, anggap aja patung dalam sini," ujar Aura. Tidak mau ada bertengkaran kecil di dalam ruang inap ini. Friska akhirnya mengalah. Memilih mengikuti apa kata Aura. "Ra, gue kapan pulang? Bosen di sini, mana bau obat-obatan lagi.

