Asna hanya bisa mengusap surai hitam milik Friska. Selama ini dia selalu memperlakukan sang keponakan sama seperti Aura yang notabene adalah putri kandungnya. Wanita itu sangat sedih saat mendengar semua fakta dari mulut sang putri. Friska yang hamil dan laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab. Serta kemarahan adiknya, si Tomi itu. Jelas membuat Asna semakin marah dan muak dengan tingkah laku adiknya itu. Tuhan memberi anak untuk di jaga. Bukan untuk di sia-siakan. "Tante." Suara lirih bersamaan dengan kelopak mata Friska terbuka. Asna tersenyum tipis. "Iya, sayang kamu butuh sesuatu, hm? tanyanya. Friska menggeleng pelan. Hendak duduk pun di bantu oleh Asna. Tangan wanita hamil itu di genggam sang bibi. "Kamu yang sabarnya. Semua ini cobaan dari Tuhan. Untuk Papa kamu biar tante y

