Bell rumah Alif di pencet berulang kali. Agaknya tamu kali ini tidak sabaran di bukain pintu. Tak hanya bel rumah, pintu rumah mereka ikut di ketuk dengan suara keras. "Aish! Bentar dong!" teriak Alif. "Nggak sabaran kali jadi tamu," omelnya. Laki-laki itu langsung membukakan pintu utama. Mengernyit melihat pria paruh baya di hadapannya dengan wajah memerah terlihat seperti menahan emosi. "Cari siapanya— eh malah nyelonong aja," ucap Alif. Ikut menyusul pria paruh baya itu yang sudah masuk duluan ke dakam rumahnya. "FRISKA! KE LUAR KAMU! KASIH PAPA PENJELASAN!" Teriakan itu menggelegar. Aura yang tadi sedang menjemur pakaian langsung lari terbirit-b***t masuk ke dalam rumah. Sementara Friska yang asik nonton drakor terbeliak dan ke luar dari kamarnya. Baru saja wanita itu berdiri di

