Happy birthday, Alif!

1183 Kata

Bantal dan selimut itu di lemparkan, tepat mengenai wajah Alif yang berdiri di depan pintu. "Tidur di luar!" ujar Aura ketus. "Ucapan aku nggak main-main, Lif. Sebelum kamu dapatin cincin itu. Kamu nggak boleh tidur sama aku," lanjutnya sambil bersedekap. "Ra," rengek Alif dengan wajah memelas. "Aku janji deh, besok bakal carinya lagi. Tapi untuk malam ini, biarin aku tidur sama kamu. Aku nggak bisa tidur tanpa meluk kamu." Aura mengalihkan atensinya. Mencoba tidak luluh dengan tatapan nelangsa Alif. "Sekali tidak tetap tidak," tekan Aura lagi. Menutup pintu kamar dengan keras. Meninggalkan Alif yang mengetuk-ngetuk pintu kamar tiadw henti. "Ra, please dong. Masa kamu tega sama aku," katanya pelan. "Jahat banget, udah kayak ibu tiri." Alif bergumam memastikan Aura tidak mendengar itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN