Luka di betis kaki Alif sudah sembuh. Maka itu Alif mengajak Aura langsung mengajarinya latihan taekwondo lagi dan semacamnya. Gudang dengan minim pencahayaan itu terasa sesak. Saat keduanya fokus melayangkan satu persatu pukulan. Sudah tahu siapa yang akan kalah. Alif pastinya. Terbukti sekarang Alif mengangkat tangan dengan keadaan berjongkok. Napasnya memburu kencang. Sedangkan matanya menatap Aura memelas. "Istirahat dulu, Ra. Capek," ujarnya dengan keluhan. "Baru satu jam lebih latihan, gitu aja udah capek." Aura mencibir. Namun, tetap mengikuti kemauan Alif untuk meminta beristirahat dulu. "Nih, minum dulu." Aura menyodorkan satu botol mineral yang di terima Alif. Laki-laki itu langsung meminumnya hingga setengah habis dari botol. Aura hanya bisa mendengus geli melihat Alif. Pu

