Dentuman musik menyambut kedatangan Friska begitu dia menginjakkan kakinya di club yang biasanya dia kunjungi. Kaki jenjangnya terus melangkah menuju bar. "Satunya bro, kayak biasa," ujar Friska ke sang bartender di depannya. "Sendirian aja nih, Fris. Yang lain mana?" tanya bartender itu karena sudah mengenal Friska berapa tahun belakangan ini. Friska yang lagi memeriksa ponselnya pun menjawab, "Lagi di jalan, biasalah bro mereka ngaret semuanya," jawabnya. Mengambil satu gelas yang sudah di tuangkan alkohol. "Thanks." Bartender itu mengangguk dan kembali melayani pelanggan lainnya. "Lama amat kalian," ucap Friska. Matanya menatap malas ke tiga teman ceweknya. "Biasalah Fris, nggak tau aja temen lo satu ini suka ngaret," sahut salah satu di antara mereka. Friska melengos panjang. "Ta

