Tangan Aura melambai ke udara memberikan salam perpisahan sama Mama mertuanya. Wanita itu langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Tubuh Aura terasa pegal semua karena seharian ini belanja dengan Ratna. Ah, dulu Aura tak seperti ini. Kalau Maminya mengajak pergi belanja baju pasti Aura nolak karena takut bosen nunggu ibunya itu nanti. Tapi entah kenapa kalau Mama mertua mengajak, Aura malah jadi sungkan. Dan takut nanti di cap sebagai menantu yang buruk. Aura terkekeh pelan. Kalau Mami tahu dia begini, pasti Mami marah dan ngambek. Untung aja mereka beda rumah. "Hah ...." Aura menghela panjang. Merebahkan tubuhnya di sofa setelah meletakkan beberapa paper bag berisi pakaian itu di sofa satu lagi. Mata Aura terpejam sebelum ketenangannya terenggut, karena tiba-tiba merasakan dingin di pi

