Kelas terakhir baru saja kelar. Aura langsung memasukkan beberapa bukunya ke dalam tas. Saat berdiri dan hendak berjalan ke luar dari kelas langkahnya terhenti. "Aura bukan?" Salah satu di antara dua orang itu membuka suara. Kemudian menyodorkan satu buah amplop ke Aura. "Ini undangan ke pesta dansa tiga hari lagi," sambung mereka. Alis Aura terangkat. "Harus bangetnya datang?" tanyanya. Satu perempuan yang usianya di atas Aura mengedikkan bahu. "Nggak harus sih, cuman acara kecil-kecilan doang buat merayakan ulangtahun kampus tahun ini," jelasnya. "Oke deh, thanks ya, kak." Aura menganguk pelan serta tersenyum. Aura melihat kepergian kakak tingkatnya itu. Teringat sesuatu, tiga hari lagi ulang tahun kampus. Berarti mertuanya otomatis ada di acara itu. Terus Alif pasti datang, Aura me

