Keluarga bucin

1411 Kata

"GILA LO, YA?!" amuk Zava. Laki-laki itu bahkan tega mendorong sekretaris Zavi begitu saja. Membuat gadis itu meringis kesakitan karena bokongnya mencium lantai dengan mulus "LO YANG GILA?!" Zavi tak kalah amarahnya. Dia segera membantu sekretarisnya, tapi gadis itu menolak mentah-mentah. Wajah gadis tadi merah padam, mungkin terlalu terkejut karena di cium tiba-tiba oleh Zavi atau terlebihnya malu. "Saya permisi dulu," ucap gadis itu. Tanpa mendengarkan perkataan Zavi, dia berlalu dari sana dengan harga diri tang terasa di injak. "Udah percaya, kan?" tanya Zavi seraya merapikan jas yang dia kenakan. Menghela napas pelan dan memikirkan cara bagaimana dia meminta maaf dengan sekretaris itu nanti. Zava tetap menggeleng dan tidak percaya. "Kamu lakuin itu pasti karena mau buat aku percaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN