Alif tahu

1548 Kata

Alif baru saja hendak masuk ke dalam ruangannya. Ah, lebih tepatnya. Ruangan dia sama Zavi, satu ruangan dibagi dua buat mereka. Mengingat itu saja membuat Alif mendengus kesal. "Jihan, jadwal saya sama Zavi apa hari ini?" tanya Alif. Laki-laki itu sudah duduk di singgasananya. Sementara Zavi belum terlihat batang hidungnya sama sekali. "Ada meeting jam sepuluh nanti, Pak." Jihan sekretaris itu membuka iPad mini. Melihat jadwal dua bosnya untuk hari ini. "Oke." Alif mengangguk. "Ini si Zavi mana, sih? Kok belum datang," gerutu Alif. Tangannya terulur mengambil beberapa berkas di atas meja Zavi. Mengernyit heran, Alif membaca semua berkas itu. "Ini belum ditandatangani?" tanya Alif ke Jihan. "Kok, belum, sih? Ini kan, berkas yang akan dibawa meeting sama klien nanti. Gimana sih, si Za

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN