Bab 68

1694 Kata

“Lama banget sih? Aku udah nungguin loh.” Aku menyambut kedatangan Zayyan, menutup pintu kamar, tak lupa menguncinya lalu menarik tangan Zayyan ke tepi kasur. “Ada apa?” Zayyan tampak kebingungan. Aku berdesis kesal. Padahal baru setengah jam yang lalu dia bisik di telingaku akan memberikan nafkah batin padaku dan sekarang mendadak lupa. “Nah kan pura-pura lupa. Ngeselin.” Aku menghentakkan tangan Zayyan yang kupegang tadi lalu naik ke atas ranjang. Menutupi tubuhku dengan selimut. “Kamu tau apa yang paling aku sukai dari kamu?” Zayyan mengusap kepalaku yang langsung kutepis. “Kamu itu berbeda dengan perempuan lain. Lebih terbuka kalau menginginkan sesuatu, jadinya aku gak kebingungan untuk menebak-nebak. Apalagi kamu tau sendiri kapasitas otak pria itu seperti apa. Beda sama perempuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN