Inikah cinta?

1396 Kata
Semester 2 pun segera dimulai. Kabar kedekatan barry dan rena pun mulai merebak. Ada yang senang bahkan ada yang tidak senang. Yang tidak senang, merupakan teman-teman dekat erick yang masih menginjak kelas 3. Rena adalah seorang gadis tomboy, ceria dan juga super cuek. Wajahnya yang manis menambah nilai plus untuknya. Semua murid pasti mengenal rena yang merupakan kekasih erick. Dimana erick adalah siswa tampan, berbadan tegap, putih, bibirnya yang merah dan tipis membuatnya menjadi idola para siswi disekolah. Ditambah prestasinya dalam bidang seni music dan juga peringkat 2 nilai tertinggi disekolah pada saat kelulusan. Erick juga terkenal sebagai cowok playboy tapi mulai sadar saat ia bertemu dengan rena. Rena lah yang mampu membuat erick bertobat dan menjadi sangat possesif. Dimana ada erick, disitu ada rena. Setidaknya itulah istilah mereka, saat melihat erick over protektif terhadap rena. Sekolah pun dimulai. Aktivitas osis dan estrakulikuler pun ikut dimulai. Cantika, kekasih barry pun marah mendengar kedekatan rena dan barry. Setiap hari mereka bertengkar, hingga akhirnya barry memilih untuk berpisah dengan Cantika. "re, tahu ga? Barry sama Cantika putus tadi!!"bisik kanti perlahan. "iya kah? Kamu kata siapa?"tanya rena. Rena pun mulai menatap barry, dan bertanya dalam hati apakah benar. "iya re, semua orang tahu kok. Kan tadi putusnya di aula. Barry yang mutusin cantika. Hihihi... Sebel aku sama cantika. Sukurin dia. Sekarang barry single lho! Eheemm.." ujar kanti menggoda. Rena pun hanya terdiam membisu. Jam pelajaran dimulai. Tugas demi tugas pun membuat mereka fokus ke dalam pelajaran. Dan akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Barry keluar dari kelas menuju kantin bersama anto dan kanti. Sedangkan rena masih harus mengerjakan beberapa tugas sebelum bel istirahat selesai. Tiba-tiba, kanti masuk dengan berlari dan berteriak. "re.. re.. Buruan keluar re.. Barry re.. Barry.."ucapnya tersenggal-senggal. "Barry? Kenapa ti? Coba duduk dulu. Tarik nafas, pelan-pelan. Trus bilang ada apa." kata rena menenangkan. "Barry dipukul sama kakak kelas kita re, teman-temannya kak erick!! Ayo re, pisahin cepetan..!!" seru kanti. Rena pun berlari keluar dan melihat ke arah kerumunan. Ia pun menerobos langsung kedalam lingkaran kerumunan. "kak dony!!! Stop kak!!"seru rena berlari ketengah diantara dony dan barry. Tapi ditariknya rena oleh dony. "minggir re, ini urusan cowok!" ujar dony sengit. Rena pun kembali ke tengah. "kalau kak dony mau pukul barry, kakak pukul juga aku!!" seru rena tak kalah sengit. Jantung rena pun berdegub kencang. Melihat rena yang begitu perduli kepada barry, dony pun terdiam dan wajahnya memerah. Ia pun akhirnya pergi meninggalkan rena dan barry yang tersungkur dengan bibir berdarah. Rena pun menangis dan meminta maaf kepada barry. Ia pun menyeka darah dari bibir barry menggunakan tissue dari saku nya. Bel masuk pun berbunyi. Barry pun dipapah oleh anto. Rena dan kanti mengikuti mereka perlahan menuju kelas. Seharian barry hanya terdiam. bel pulang sekolah pun berbunyi. Hari ini mereka ada tugas kelompok. Kebetulan mereka ber-4 (anto, kanti, rena dan barry) adalah 1 kelompok untuk pelajaran biologi. Rencananya mereka akan mengerjakan tugas kelompok dirumah barry. mereka ber-4 pun berjalan bersama menuju gerbang sekolah. Tiba-tiba, ada cowok yang lumayan tampan memanggil barry. Barry pun berjalan terseok-seok menuju cowok itu. 2 cowok tersebut saling berbisik dan memandang ke arah mereka. Dan juga sepertinya ke arah rena. Barry pun akhirnya memperkenalkan cowok tersebut kepada yang lain. "re, ti, to, kenalkan ini kakak ku, kak dimas." ujar barry memperkenalkan. "halo semua, yuk sudah siap berangkat kan?" tanya kak dimas. "siaaaapppp!!" jawab kanti dan anto serentak seraya memandang rena dan barry yang saling menopang bahu. Rena dan barry pun tertawa melihat tingkah kedua sahabat mereka. Kak dimas pun mendekati rena seraya memapah barry. "hai!! kamu pasti yang namanya rena ya?" tanya kak dimas. Rena pun menggangguk dan menjabat tangan kak dimas. "Pantas saja, barry ga bisa tidur kalau malam gara-gara kamu. Hihihi.." ujar kak dimas terkikik. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Dan ternyata kak dimas mengajak mereka ke sebuah cafe ice cream dipinggir kota. Cafe itu ternyata milik kak dimas. Ia juga menyediakan tempat khusus untuk mereka belajar. "bar, pakai ruang atas aja. Ntar kalian pesan aja apa yang kalian mau. Gratis, ok." ujar kak dimas. "terima kasih kak" jawab mereka. Mereka pun masuk ke ruangan tersebut dan terkesima. Ruangan nya terlihat luas dan nyaman. Kombinasi warna soft antara dinding, lantai dan funiture nya membuat siapapun berdecak kagum. "bagus ya bar. Kak dimas itu pintar desain ya? Ruangannya terlihat luas bar meskipun ga besar. Cantik ya.."kata rena. "ah, ga juga re. Masih cantik kamu daripada ruangannya. Hehehe.."kata barry menggoda. Mereka pun mulai memesan, dan barry juga memesankan sesuatu buat rena. Dan mereka mulai berdiskusi tentang pelajaran kelompok mereka. Waktu pun berlalu sangat cepat. Tak terasa temaram tiba. Kanti pun menelepon ayahnya untuk minta dijemput di cafe kak dimas, yang kebetulan dekat dengan rumah kanti. Akhirnya ia pun pulang. Anto pun pulang dengan salah satu karyawan kak dimas yang searah rumahnya. Sekarang tinggal rena dan barry diruangan itu. Jantung rena pun mulai berdegub kencang. Tiba-tiba kak dimas pun masuk membawa baju ganti untuk barry. Tapi ternyata rena pun diberi baju yang sama oleh kak dimas. "nih, buruan ganti ya berdua. Ntar kakak foto. Buat iklan di banner. Lumayan lah baju couple nya. Hihihi.."kata kak dimas menggoda. Barry pun mengganti baju seketika. Dan rena juga mengganti bajunya di toilet dalam ruangan tersebut. Setelah berganti baju, rena pun duduk disebelah barry. Tampak gurat kekhawatiran pada wajah manis rena. "Barry. Maafkan aku ya." ujar rena menunduk. "kenapa re? Kok minta maaf?" tanya barry lembut menatap rena. "semua gara-gara aku!! Kamu putus, karena cantika cemburu sama aku! Kamu dipukuli, karena kak dony teman dekat kak erick mantan aku!!"seru rena sambil menangis. "hei, dont cry rena. Semua itu bukan salah siapapun. Please, dont cry."jawab lembut barry seraya menyeka air mata rena. "tapi bar, semua itu kesalahanku. Seandainya saja... Kita..."rena pun terdiam seketika. Jantung nya berdegub sangat cepat ketika bibir barry menyentuh pipinya lembut. "mungkin kamu belum sadar rena, tentang perasaanku sesungguhnya. Sebelum pulang, kanti tadi bicara padaku. Katanya, kamu takut sekali saat tadi aku dipukul. Kamu bahkan menerjang cowok berbadan besar daripada kamu hanya demi melindungiku. Tahukah kamu rena tentang perasaanku?"tanya nya lembut. Bagai terhipnotis rena hanya bisa terdiam. Detak jantung nya bertalu-talu tiada hentinya dan semakin cepat saat barry menyentuh tangannya dan pipinya saat ini. "I fall in love with you on my first sight. Kamu berbeda dari gadis lainnya. Kamu baik hati rena, cantik, dan kamu juga penyayang. Kamu bahkan berteman dengan siapa saja. Dari sejak aku masuk kelas pertama kali, kamu begitu mempesona. Apa kamu tahu, bagaimana aku bisa jadian dengan cantika? Semua itu karena kamu, rena." ujar barry lembut. " kenapa aku barry?" tanya rena. "aku bilang pada cantika, jika rena bilang iya, maka aku juga iya. Dan aku pun mendengar kamu berteriak iya saat itu. Entah apa yang ditanyakan oleh cantika padamu saat itu. Tapi sungguh, aku tak pernah mencintai nya sama sekali. Kamu adalah gadis pertama yang membuat aku seperti ini rena. Aku sangat mencintaimu rena. Aku juga menyayangimu."kata barry menjelaskan. Jantung rena pun semakin kuat berdegub nya. Tanpa ia sadar, ia pun memegang jantungnya. "Ya tuhanku, inikah cinta? Apakah aku mencintainya juga?" tanya nya dalam hati. Tiba-tiba, kak dimas masuk dengan membawa tart yang dihiasi sangat cantik dengan angka 14. "happy birthday rena.. Happy birthday rena.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday rena.."duet suara barry dan kak dimas membuat rena tersenyum bahagia. Hari ini adalah hari ulang tahun rena yang ke 14. Rena jarang sekali merayakan ulang tahun nya dengan seseorang. Bahkan orang tua rena sibuk dalam pekerjaan masing-masing. "make a wish rena." ujar kak dimas. Rena pun berdoa dalam hati mengucap syukur kepada tuhan. Hari ini sangat special untuk rena. Setelah meniup lilinnya, barry pun memberinya bunga dan juga coklat untuk rena. "rena, maukah kamu menjadi kekasih ku?" tanya barry tiba-tiba. Kak dimas pun bersorak gembira melihat adiknya meminta rena untuk menjadi kekasih nya. "I know if you also love me, re. Please, be my girlfriend, my soulmate." pinta barry tersenyum cerah. Tanpa banyak kata rena pun mengangguk. Mereka pun duduk berdekatan dan saling menggenggam tangan. Kak dimas pun mulai memotret mereka berdua dan berkata, "kamu itu cewek pertama yang dimimpi basahin sama barry, re. Hahahaha... Adikku sudah besar.. Hahaha.." tawa kak dimas. mereka bertiga pun tertawa bahagia seraya menikmati tart yang cantik tadi. Setelah itu barry dan dimas mengantar rena pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN