Barry si charming
Barry si anak baru yang charming, membius semua siswa perempuan dikelasnya kecuali rena. Tatapan matanya bak elang yang siap membius para mangsanya. Semua siswi perempuan disekolah rena saat ini pun heboh karena kedatangan si charming itu. Barry pun hanya tersenyum melihat tingkah teman-teman barunya. Kelas rena pun seketika seperti pasar, saat bel istirahat berbunyi dan dipenuhi oleh siswi-siswi yang penasaran dengan si Barry. Tak terkecuali si centil cantika. Kanti yang sedari tadi mengamati Barry pun tiba-tiba menjadi sebal dengan kedatangan si centil di kelas mereka. "tuh, lihat si cantika. Ihhh, ga bisa lihat cowok keren dikit aja."ujar kanti sebal. "cowok keren? Siapa?" tanya rena bingung. "ya ampun rena!! Mata kamu kemana aja daritadi!! Cowok sekeren Barry aja kamu ga lihat? Semua cewek disekolah aja dari tadi sibuk kenalan sama dia!! Eh, kamu masih nanya lagi siapa. Hadduuuhhh.." kata kanti sebal berlipat ganda. "ohhh, anak baru toh. Kirain siapa. Hehehe.. Lumayan sih, tapi masih keren dan ganteng si erick sih menurut aku. Hehehe.." jawab rena tersenyum.
Rena tahu jika kanti adalah fans berat Barry si charming. Apapun sanggahan dari rena pun tak akan digubris oleh si kanti. Dilihatnya Barry perlahan, mencari sosok keren dalam diri cowok itu. Seketika, Barry pun menatap rena dan tersenyum manis. Pertama kali mata mereka bertemu dan menyiratkan sebuah arti yang begitu dalam. Rena pun segera menunduk dan berjalan keluar. Tiba-tiba saja jantung nya berdegub kencang. Diabaikan nya perasaan itu.
Hari berganti hari. Tak terasa semester awal pun telah usai. Barry pun dikabarkan telah menjalin kasih dengan si cantika. Banyak teman cewek rena yang cemburu pada cantika. Tak terkecuali kanti. Hingga pada saat pengambilan rapot pun tiba. Hubungan erick dan rena pun renggang. Tiba-tiba erick datang ke sekolah rena. Rena dan erick pun berdebat sengit hingga akhirnya mereka berdua putus dihari itu. Rena pun berlari tanpa melihat sekelilingnya hingga menabrak barry dan terjatuh. Barry pun segera berdiri menatap rena yang sedang menangis. Dia mengulurkan tangannya membantu rena berdiri. Dipapahnya rena duduk di bangku kelas kosong itu. Barry hanya diam menatap rena dan mulai membersihkan pakaian rena yang kotor karena terjatuh. Ditunggu nya hingga tangisan rena mereda. Tiba-tiba barry pun menelepon seseorang dan mengatakan akan pulang sendiri dan terlambat. Ditutup nya telepon genggamnya dan menatap rena lembut.
"Kamu baik-baik saja? Ada yang luka kah?" tanya barry lembut. Rena pun terdiam menatap sosok tegap, berambut ikal, bibir nya yang tebal mengembang senyum yang membuat jantung rena mulai berdegub kencang untuk kedua kali nya. "ohh, ya aku tak apa kok. Mmm.. Maaf ya bar. Kamu tak apa-apa kah?" tanya rena salah tingkah. Jantung nya semakin berdegub kencang. Barry pun mulai mengulurkan tangannya. Rena pun menjabat tangannya. "Barry."ujarnya meraih tangan rena."ohh.. Rena. Salam kenal ya." ujar rena tersenyum bingung. "aku kan belum pernah mengobrol denganmu. Ini pertama kalinya kita berjarak sedekat ini dan mengobrol." jelasnya. "oya, mau kah kamu datang kerumahku? Ya hitung-hitung sebagai teman dekat. Maksudnya teman yang baru dekat atau jarak kita berdekatan saat ini. Hehehe.."undang barry kepada rena. "kerumahmu? Ada acara apa?" tanya rena. "ada sesuatu yang mau aku berikan sama kamu. Sesuatu itu ada dirumah sih. Kalau kamu ga sibuk. Nanti aku antar kamu pulang kok. Kamu tak bawa sepeda kan?"ujar barry. Rena pun tercenggang. Bagaimana barry tahu kalau rena tak membawa sepeda saat ini. Setelah beberapa saat akhirnya rena pun meng-iya kan ajakan barry. Mereka pun berangkat berjalan kaki menuju rumah barry.
Setelah 15 menit berjalan, sampai lah mereka di depan bangunan rumah mewah ber-cat putih itu. Barry pun membukakan pintu rumahnya dan menyuruh rena untuk duduk. "sebentar ya, aku ganti baju dulu. Sekalian ambil sesuatu." ujar barry tersenyum manis. Membuat jantung rena berdegub lebih kencang lagi. Dilihatnya sekeliling rumah putih itu penuh takjub. Rumah yang besar, bersih dengan banyaknya funiture mahal menempati tiap sudut ruangan itu. Tapi tak ada seorang pun sepertinya di dalam. Hanya ada mereka berdua di dalam rumah itu. Barry pun datang membawa beberapa botol minuman sari buah dan juga cake. "maaf ya, mama ku keluar kota berangkat tadi saat aku telp waktu disekolah sama kakak-kakakku. Aku sendirian sekarang. Mereka pulang besok pagi kok. Yuk cobain cake nya. Ini kakak ku lho yang buat. Cobain deh." ujar barry seraya menyuapi rena dengan tangannya. Rena pun terkejut dan membukakan mulut nya seketika. "enak ga? Kalo kamu kesini tiap hari, nanti kakakku pasti senang. Hehehe.." kata barry tertawa lepas. Mereka berdua saling menatap bergantian. Mereka pun mulai menikmati cake dan minuman sari buah tadi seraya tertawa lepas dan mulai bercerita tentang segala sesuatu nya. Tak ada yang tahu apa yang membuat mereka dekat. Tapi sejak saat itulah persahabatan mereka terjalin.