Lulus Sidang

2604 Kata

Sudah hampir sepuluh hari terakhir, rutinitas Arsya berubah total. Jika sebelumnya ia lebih sering berpindah antara rumah dan tempat nongkrong bersama Dede, kini hampir setiap pagi ia sudah berada di ruko kawasan Setia Budi yang sedang direnovasi. Bau cat baru masih terasa pekat, lantai - lantai ditutup plastik pelindung, dan suara bor atau palu kerap bersahut - sahutan. Arsya berdiri dengan tangan terlipat di d**a, memperhatikan tukang yang sedang merapikan partisi kaca ruang meeting. "Bang, itu garisnya jangan miring sedikit pun ya. Nanti kelihatan kalau cahaya masuk dari depan," katanya tegas, tetapi tetap santai. "Iya, Pak Arsya. Kami luruskan lagi," jawab tukang itu. Ia tidak pernah sekadar datang lalu pergi. Ia benar - benar mengontrol setiap detail. Dari warna dinding yang abu -

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN