Nato Azda menengadah dari sel tahanannya. Selama masa percobaan, dia aan ditempatkan di sel yang berbeda sebelum keputusan hakim dan sipir akan membawanya ke sel lain bersama pelaku tindak kejahatan lainnya. "Ada yang mau bertemu denganmu," ujar sipir itu kasar. Membuka kunci dan rantai penjara dengan suara besi yang saling bergesekan terdengar nyaring. Azda tidak berkata apa-apa. Hanya diam saat dia mengekori langkah sipir muda itu ke tempat dia diperbolehkan bertemu keluarga yang berkunjung. Bibir Azda menipis penuh antisipasi. Keluarga? Keluarga mana yang mau peduli padanya? "Selamat siang." Argi lantas berdiri. Membungkuk dengan tatapan mata penuh harap saat dia menatap mata mantan atasannya. "Aku datang untuk melihat bagaimana kabar—," "Kenapa kau di sini?" Azda menyela ucapan Ar

