"Astaga!" "Ya Tuhan, siapa itu? Apa yang terjadi? Tidak adakah seseorang yang mau membantunya? Bujuk dia untuk turun." Halaman rumah sakit ramai. Terutama untuk para penunggu pasien dan beberapa perawat yang cemas. Menatap pemandangan mengerikan di atas sana dengan pandangan nanar. "Ya Tuhan!" "Berhenti! Jangan lakukan itu!" Semua orang berteriak karena cemas. Beberapa lagi tak sanggup dan berakhir memejamkan mata. Saat langkah itu tertatih dan berhenti tepat di bibir balkon. Rambutnya yang tipis tertiup hembusan angin di siang hari. Saat matanya menatap langit di atas kepala. Menarik napas panjang sekali lagi untuk menikmati bagaimana udara berhembus masuk ke dalam paru-parunya. "Tidak! Hentikan ini, Nahira." Gedoran itu sama sekali tidak membuatnya mundur. Nahira mengunci semuany

