Kilat menyambar. Mengetuk jendela kaca yang tertutup sempurna. Dengan tubuh membeku, tangan gemetar hebat. Nato Azda mencoba bertahan dari hantaman rasa sakit yang menampar tubuhnya. Iris matanya menyapu pada sosok yang tertidur pulas. Bergelung di bawah selimut yang nyaman. Dinginnya kamar Nala, tidak sedingin kamarnya. Kedua mata Azda mengerjap. Siluet gadis yang menggantung dirinya di atas jendela tidak ada. Azda menarik napas, menunduk dengan bibir gemetar membayangkan kalau itu benar terjadi, apa artinya? Atau bayangan itu menandakan sesuatu? Azda berjalan mendekat. Tertatih-tatih kala dia melihat Nala tampak damai dalam tidurnya. Matanya menatap nanar pada sosok yang bergelung itu dalam diam. Empat tahun mereka terikat dalam sumpah bernama pernikahan. Empat tahun juga dia memint

