39

1460 Kata

"Itu mobil Azda, kan?" Aydin menarik rem tangannya ke atas. Menghentikan roda mobilnya yang berputar. Saat suara deru mesin masih menyala, Nala membuka sabuk pengaman dan beranjak keluar. Menemukan Nato Azda berdiri di depan pagar kayu yang tingginya hanya sebatas pinggangnya. "Azda?" Azda menoleh. Bukannya mendengar suara Nala yang menyapa, tapi suara Aydin. Apa dia melamun sejauh itu sampai tidak mendengar suara mobil mendekat? Manik kelam Azda menyapu Nala yang mendekat. Dia menipiskan bibir. Meremas sesuatu yang tengah ia bawa. Sebelum matanya beralih pada Aydin yang berdiri, memasukkan tangan ke dalam saku celana. "Mengejutkan melihatmu di sini. Masih pukul tiga sore. Mau apa kau?" Azda mendesah. "Kau bicara seakan-akan ini rumahmu?" Aydin menatapnya datar. "Kau bicara seolah-o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN