38

1208 Kata

"Simpan ini untuk Aydin." Nata terpekur. Memandang kotak kecil berhiaskan pita merah yang Nala berikan pada Nata untuk dititipkan. Dia mengangguk kecil. Tidak kuasa menahan diri untuk tidak bertanya. "Nona Nala, kau baik-baik saja?" "Aku baik," katanya dengan senyum. "Kenapa memangnya? Aku berpikir memberikan Aydin hadiah. Tetapi, bingung harus mencari apa. Jadi, ini sebagai rasa terima kasihku padanya." Nata menelan ludahnya kasar. "Aku mengerti. Hanya saja, kenapa tidak diberikan langsung?" Nala menggeleng. "Kalau kuberikan langsung, Aydin akan langsung membukanya. Dia ini tipikal pria terburu-buru dan tidak sabaran," ujar Nala sembari terkekeh. "Jangan beritahu dia. Kau bisa memberikannya kalau menurutmu itu saat yang tepat." Nata mengangkat alis. Otaknya langsung mencerna ucapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN