Asha Taya tersenyum. Menatap sendu pada pemandangan manis yang menggetarkan hati. Dia berdiri, bersusah payah untuk memberi tepuk tangan bersama airmata yang mengalir. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia merasa bebas dan tenang. Putrinya berada di tangan yang tepat. Taya tidak perlu cemas karena Nala akan terluka. Dia telah menitipkan putrinya pada sessorang yang pantas. Seseorang yang telah ia pilih untuk menjaga putrinya, mencintai putrinya sampai mereka menua bersama dan menutup mata. Pada Nato Azda. Laki-laki manis yang telah dia anggap sebagai putranya. Asha Taya tidak memiliki anak laki-laki. Dan hadirnya Azda, membuat dunianya terasa lengkap. Dia ingat benar, Azda kecil begitu manis. Anak itu mudah sekali tersenyum. Tidak peduli seberat apa pun rintangan yang ia lalui, Azda k

