42

1727 Kata

Aydin meremas kado yang Nata berikan padanya. Ini bukan hari ulang tahunnya, dan saat Nata berkata ini dari Nala, Aydin segera membukanya. Mendapati kalau Nala mengembalikan uang yang Aydin keluarkan untuk biaya pengobatan ibunya sampai biaya pemakaman, perasaan Aydin berubah hancur tak karuan. Dia membantu gadis itu tulus dari dasar hatinya. Uang bukan masalah selama dia mampu mencarinya. Dan Nala seharusnya tidak perlu berpikir sejauh ini untuk mengganti segalanya. Bibir Aydin menipis kala dia melihat amplop mungil bersama origami bergambar perahu. Perahu kertas berwarna biru muda yang mencolok. Jemarinya membuka isi amplop itu, tulisan tangan Nala terurai di dalam sana. Sudut bibirnya melengkung ke atas, membaca isi surat itu, entah mengapa membuat perasaannya semakin tak karuan. U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN