29

2075 Kata

Aydin berjalan. Memapaki lantai rumah sakit yang sepi karena ini menjelang pagi. Dia mampir ke rumah untuk berganti pakaian. Seperti biasa, berkunjung ke kamar ibunya dan mengenang masa-masa indah saat ibunya duduk, menemaninya bercerita. Mata Aydin mengerjap kala dia menemukan Nata tampak gelisah. Raut pria itu gundah, dan saat Aydin berlari mendekat, Nata tidak kuasa menatap matanya. "Nata?" Suara Aydin tercekat. Dengan dorongan keras, dia merangsek maju ke dalam kamar. Membeku menemukan Dokter Takamura bersama dua perawat lainnya mencoba membantu melepas alat-alat di tubuh ibunya. Hati Aydin seketika mencelos. Dia mendekat, memaksa perawat untuk melepaskan tangan mereka dari alat-alat yang membantu ibunya agar tetap stabil. "Kalian mau apa? Lepas! Jangan sentuh ibuku!" Dokter Taka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN