Bab 41

1146 Kata

Saat melangkahkan dan berhenti di ambang pintu, tatapan mereka semua tertuju pada satau pemandangan. Mereka semua, khususnya Baim, disuguhi pemandangan yang sangat membuat dadanya terasa diremas-remas. "Apa-apaan ini?" lirih pria itu dan membuat David tersenyum kecut.   Layar besar di depan belakang David menampilkan kurva dan data nama-nama perusahaan yang bekerjasama dengan Baim. Olivia tertunduk, tak sedikitpun berani mengangkat wajahnya menatap Baim. "Selamat datang, Tuan-tuan Wijaya yang terhormat." Prok-prok-prok.... David menepuk tangannya dengan tak lupa senyum mengejek itu ia tampilkan.    "Im, ini data saham perusahaan," bisik Ryan. Raham Baim mengeras, tangannya mengepal kuat. Matanya tertuju pada David. Namun, tak lupa, di samping David, ada Dita yang menatap nanar sepu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN