Amarah Baim belum sepenuhnya reda saat Dita baru saja melangkahkan kakinya berniat keluar dan membuka pintu. Suara gaduh di luar membuat Baim reflek menoleh. Ada apa? Kenapa staf-stafnya kembali heboh seperti beberapa waktu lalu saat kejadian tak mengenakkan itu berlangsung? Buru-buru Baim keluar dari meeting room, guna melihat apa yang terjadi. Belum sempat kakinya melangkah keluar ruangan, Adit berlari menghampiri, bahkan hampir menabraknya. "Pak..." "Ada apa, Dit? Kok heboh banget?" Wajah Adit benar-benar kelihatan begitu panik, Adit menunjuk kubikel para staf. "Sepertinya peretasan kembali terulang, Pak." "Apa!!??" Tanpa ba-bi-bu, Baim langsung berlari menuju kubikelnya para staf, komputer mereka semuanya, tanpa terkecuali, memunculkan tulisan-tulisan putih yang tak bisa dibaca

