Malam mulai tiba, selepas melaksanakan kewajiban di pembuka malam, Wijaya membawa kedua putranya untuk bertemu dengan orang penting yang ia maksud. Mereka menuju ke sebuah restoran yang sudah tak asing lagi bagi Baim. Restoran ini adalah salah satu cabang restoran yang ia kelola. Baim dan Ryan masih sama-sama diam, Ryan masih kesal atas keputusan Baim yang dekat dengan Dita, meskipun itu demi perusahaan. "Selamat malam, Tuan." Manager menyambut mereka, Baim melemparkan senyum pada pria yang sering memberikan laporan padanya. "Sen, apa tamu-tamu saya sudah datang?" Wijaya bertanya pada pria yang tepatnya bernama Seno. "Sudah, Tuan. Seusai permintaan Tuan Wijaya, saya membawa mereka ke vvip dinner room." "Oke, terima kasih," ucapnya ramah. "Mari, Tuan. Pak Baim, Pak Adryan, saya

