"Kevin…, tunggu!" Pekikan kecil menyiul dari belakang tubuh Kevin. Membuat pria bertubuh jangkung tersebut seketika menghentikan langkahnya. "Kalau jalan pakai perasaan dong. Masa dari tadi aku di tinggal di belakang. Emangnya kita murid sama guru? Kamu di depan dan aku di belakang" Sewot Zizi. Ia memberanikan diri memegangi bagian belakang jaket kulit pria itu. "Kita ini pasangan tahu! Masa jalan sendiri-sendiri kaya orang nggak kenal. Mentang-mentang kakimu panjang, jalannya cepat, nggak perasaan sama kaki pendekku" Kevin menghela nafasnya panjang. Merasa serba salah. Menurutnya, karena hari semakin petang, maka sebaiknya ia berjalan lebih cepat. Tentu itu akan menghemat waktunya, sehingga ia bisa cepat istirahat. Tubuh penatnya butuh istirahat, setelah bekerja seharian tadi siang. K

