37. Hari Pernikahan

1871 Kata

Pagi itu terasa berbeda. Aula Lapas yang tidak luas, terasa lain, lebih istimewa dari biasanya. Mawar-mawar putih anggun mengisi setiap bejana. Menghiasi setiap sudut aula dan beberapa meja. Hiasan yang serba putih sangat cocok berpadu dengan dinding yang baru saja di cat warna biru. Di sudut ruangan, gadis cantik jelita berkebaya putih dengan rok batik tengah duduk gelisah. Wajah cantik nya terlihat sedikit memucat, tersamar di balik make up pengantinnya yang membuatnya semakin cantik. Sesekali tangannya menggaruk gelisah belakang kepalanya, tidak nyaman dengan konde besarnya. Zizi terlihat gugup. Rasa bahagia dan sedih bercampur aduk di dadanya. Pernikahan dengan Kevin mau tidak mau membuatnya bahagia, pria tampan dengan segudang pesonanya mampu membuat jantung Zizi melompat-lompa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN