38. Pink Manja

2004 Kata

Kapas-kapas putih bersih menggumpal, menggantung di langit. Bergulung-gulung bagai ombak di atas angin. Memfilter sinar matahari, agar tidak jatuh langsung ke atas bumi. Seolah mendukung suasana hangat nan bahagia di dalam aula lapas. Hari semakin siang. Para tamu undangan pernikahan Kevin dan Zizi yang di adakan di aula lapas, satu persatu meninggalkan area lapas. Meninggalkan Zizi yang enggan beranjak dari tempatnya. Masih betah duduk bersama ayahnya. Sedangkan Kevin menunggunya di luar, bercengkrama dengan sahabat nya, Sandi. "Kok nangis? Kamu nggak bahagia?" Tanya pak Rudi, seraya menyeka air mata Zizi dengan jemari kasarnya. Kening pak Rudi berkrenyit. Memandang putrinya yang semakin jelita dengan baju kebaya. "Aku nggak bahagia karena ayah nggak pulang ke rumah." Zizi menyusut a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN