Mata Zizi membulat menatap Kevin takut. 'Ke-kenapa dia tiba-tiba muncul waktu begini?' Tubuh Zizi panas dingin, bergerak-gerak ingin turun dari gendongan Alejandro. Alih-alih menurunkan Zizi. Ale justru memegangnya semakin erat. "Siapa lagi ini? Polisi sok jagoan?" Dahi Alejandro berkerut, matanya memandang Kevin remeh, yang bertubuh berotot bak binaragawan. Sudut bibirnya tersenyum miring. "Aku heran, dengan polisi daerah ini. Akhir akhir ini, kerjaan kalian tidak ada yang beres, mirip kerja nya anak kecil" Ale mengangkat wajahnya, saat melihat Kevin hanya diam. "Aku perhatikan, Kalian ini sangat lucu, mempermasalahkan hal-hal sepele. Hanya sebuah kasus kecil, tapi, kalian besar besarkan. Aku sering dapat keluhan tentang kerjaan kalian. Banyak ya g bilang, kalau kerjaan kalian sangat m

