47. Pemalak

2293 Kata

Malam hari. Terminal bis yang biasanya tenang, kini berubah seperti pasar. Yang biasanya hanya ada beberapa orang berlalu lalang, sekumpulan pemuda cungkring dan bertato menyanyi di sudut-sudut terminal, di iringi gitar dan gendang oleh teman-temannya, kini penyanyi itu tak sempat lagi bernyanyi. Dan sang pemain musik tak sempat lagi memainkan alat musiknya. Mereka lari tengah tunggang langgang, di kejar oleh beberapa Polisi yang piket malam. Dan beberapa saat kemudian, mereka berhasil di tangkap dan di kumpulkan oleh polisi. Saat di tanya siapa yang merupakan preman, mereka terdiam. Semuanya hanya mengaku hanya nongkrong nongkrong saja. Tapi berbeda, saat seorang anggota polisi yang bernama Riki, mengeluarkan sebuah pistol berpeluru karet. Ancaman itu cukup ampuh, membuat mereka mengak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN