27. Pahlawan?

1898 Kata

Semilir angin berhembus ringan, menyejukkan udara yang terasa panas. Masuk melalui jendela dan pintu rumah Zizi yang masih terbuka lebar. Walau malam kian larut, tapi Zizi dan Kevin masih begadang. Kevin tengah berjalan mondar mandir di rumah Zizi. Berpikir mengapa ada orang yang memata matai Zizi? Jangan-jangan, dia juga yang memfitnah ayah Zizi? "Kamu betul Zi, sepertinya ini memang pelaku itu" "Akhirnya…, sekarang kamu percaya kan, kalau ayahku di jebak?" Ucap Zizi, bibirnya tersenyum manis, lega bahwa Kevin kini lebih mempercayai ucapan nya. "Kenapa rumahmu mendadak di obrak-abrik orang? Apa ada orang yang kamu curigai?" Tanya Kevin. "Sebelum Tante Ririn buat berita ini. Akhir-akhir ini, rasanya memang selalu ada orang yang mengawasiku. Tapi buat apa dia mengawasiku? Apa dia kira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN