Ciit ciit ciit .... Burung burung gereja bernyanyi merdu di atas dahan pohon, saling bersahutan. Melompat-lompat ceria dari ranting satu ke ranting lain. Membuat ranting-ranting kecil yang dia pijaki bergerak-gerak pelan. Menggaruk-garuk jendela kaca sebuah kamar sederhana. Seolah sedang berusaha membangunkan dua insan yang masih terlelap bersama. Dua manusia itu, tanpa rasa berdosa masih meringkuk bersama di atas ranjang kecil. Saling menempel rapat, tenggelam dalam kehangatan, menepis udara dingin yang di bawa oleh sang embun. Bibir Zizi mendengkur pelan, matanya pun masih melekat erat, sulit terbuka, terbuai dengan kehangatan yang Kevin berikan di belakang tubuhnya. Kepala Zizi nyaman, menyandar di bahu kokoh Kevin yang setengah telanjang. Dan tangan kiri pria itu melingkar hangat

